Gusmaniarto ST : Kurangnya Pengawasan Pihak RSJ Tampan Sehingga Pasien di Temukan Telah Meninggal Ditemukan Tewas di Belakang RS UNRI

Uncategorized149 Dilihat

Pekanbaru Anugrahpost.com– Candra Andika salah satu pasien Rumah sakit Jiwa Tampan Pekanbaru yang berusia berusia 23 tahun yang diketahui merupakan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru ditemukan meninggal dunia di kawasan belakang Rumah Sakit Universitas Riau (RS UNRI), Jalan HR Subrantas, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Selasa 8- September 2026

Diketahui Candra Andika, warga Kepulauan Meranti. Yang sedang melakukan pengobatan di RSJ Tampan karena Keluarga Korban Telat Jemput yang di dapatkan keluarganya Candra Andika adalah Jasad korban,setelah ditemukan Warga sekitar pukul 12.00 WIB oleh warga beraktivitas di sekitar lokasi.kejadian

Kapolsek Binawidya Pekanbaru Kompol Nusirwan, S.H., mengatakan, penemuan jasat Candra Andika tersebut bermula saat seorang pekerja bangunan, Artadi (46), bersama rekannya hendak bekerja di sekitar lokasi.kejadian

Keterangan saksi saat itu mereka melihat seorang laki-laki dalam kondisi tergantung di sebuah pohon.dari Temuan tersebut saksi kemudian diberitahukan kepada warga setempat, setelah itu warga langsung datangi Polsek Binawidya melaporkan adanya seseorang yang diduga Bunuh diri dengan gantung diri.terang saksi

Setelah Polsek Binawidya Mendapatkan laporan dari warga, personel Polsek dipimpin Wakapolsek AKP Sony J.R., S.H., tim Piket Pawas Kanit Reskrim IPTU Martin L. Munthe, S.H., langsung ke Lokasi Perkara

Petugas kemudian melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menghubungi Unit Inafis Polresta Pekanbaru untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Setelah proses pemeriksaan di lokasi,dilakukan jasad korban dievakuasi pakai ambulans menuju RS Bhayangkara Pekanbaru.untuk proses secara langsung.

Kapolsek sebutkan, sesuai keterangan petugas  keamanan RSJ Tampan, korban sebelumnya merupakan pasien RSJ Tampan yang telah dinyatakan sembuh dan sudah dibolehkan pulang pada Senin 07-09-2026, tetapi keluarga Candra Andika menjemput belum datang,Pihak RSJ diduga melepaskan begitu saja, mungkin SOP nya seperti ini.

Keluarga Korban rencana menjemputnya ke Pekanbaru tetapi tertunda, dan Penundaan itu keluarga Candra Andika sebelumnya sudah menyampaikan kepada pihak rumah sakit bahwa penjemputan ditunda selama dua hari,”karena ada sesuatu hal, ujar Nusirwan, tetapi di RSJ Kemung kinan habis waktu pengobatan di lepas saja, kemungkinan sudah tak ada tanggungjawab RSJ,

Disinyalir Candra Andika tidak sabar menunggu proses penjemputan. Pada Senin sekitar pukul 15.30 WIB, sehingga korban meninggalkan RSJ Tampan, tanpa pengawasan dari pihak Rumah Sakit Jiwa Tampan, karena Pihak Rumah Sakit Jiwa Tampan merasa sudah habis tanggungjawab pengobatannya.

Pihak RSJ Tampan disebutkan melakukan pencarian terhadap Candra Andika setelah tidak terlihat lagi di RSJ sehingga upaya tersebut tidak hasil, berselang beberapa waktu korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di kawasan belakang RS UNRI.

Agusmaniarto ST, berikan tanggapannya bahwa Kejadian seperti ini sudah berulang kali di THN 2020 juga pernah terjadi dan 2025 juga pasien ditemukan bunuh diri tidak juga menjadi perhatian serius dari pihak rumah sakit dan pejabat rumah sakit jiwa’, seharusnya direktur RSJ harus jeli terhadap kinerja Bawahannya, berjalan sesuai SOP atau tidak.

Apakah SOP yang dibuat direktur sudah memenuhi standar Pelayanan, atau direkturnya hanya sebatas terima laporan bawaannya tidak mengecek pasiennya apakah penyakit yang diderita Pasien sudah membaik atau harus di perpanjang jatwal pengobatannya sebut Agus panggilan akrapnya

Agus meminta PLT Gubernur Riau untuk segera evaluasi kembali jabatan Direktur RSJ Tampan diduga ketidak mampuan meningkatkan kualitas SDM rumah sakit ini. bidang pengawasan pasien , sebagai orang yang bertanggung jawab dan pimpinan, bila terus Pasien yang seharusnya pulang karena jemputan belum datang apakah boleh dibiarkan begitu saja, tapi bila seperti ini kinerja Pemimpin/ beserta Stap dirumah sakit ini, dibiarkan begitu saja.

Dalam hal ini Kapolsek mengatakan, timnya sudah melakukan penanganan sesuai prosedur.

Ketika Awak media ini mau melakukan konfirmasi kepada direktur RSJ Tampan Riau 8 September 2026, tentang Adanya Pasien RSJ yang bunuh diri diluar areal RSJ  akibat kurangnya pengawasan, namun Direktur RSJ Tampan Riau tidak bersedia di jumpai wartawan alias Bungkam (Tim Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *