Ketua Srikandi GRIB Jaya Apresiasi Program Zero Anak Putus Sekolah Wali Kota Pekanbaru

Uncategorized51 Dilihat

Pekanbaru– Anugrahpost.com – Ketua Srikandi DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru, Nurhayati, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam mengatasi persoalan anak putus sekolah.

Menurut Nurhayati, kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga harus menyentuh persoalan sosial yang menjadi penghambat anak-anak untuk mendapatkan hak pendidikan.

Ia menilai, program zero anak putus sekolah yang digagas Pemerintah Kota Pekanbaru merupakan langkah konkret untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Bapak Wali Kota Agung Nugroho benar-benar menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yang putus sekolah.

Bukan hanya pembangunan infrastruktur yang diperhatikan, tetapi pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian,” ujar Nurhayati saat ditemui di Sekretariat GRIB Jaya, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.Kamis (20/8/2026)

Nurhayati menyebut, salah satu bentuk perhatian Pemko Pekanbaru terhadap pendidikan adalah penyediaan lebih dari 20 ribu baju seragam gratis bagi siswa SD dan SMP di Kota Pekanbaru.

Selain persoalan pakaian sekolah, menurutnya, Pemko Pekanbaru juga mulai memberikan perhatian terhadap persoalan ijazah siswa yang masih tertahan akibat adanya tunggakan biaya pendidikan di sejumlah sekolah, khususnya sekolah swasta dan pesantren.

Ijazah Tertunggak Jadi Perhatian

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan bahwa pemerintah daerah menerima banyak informasi dari masyarakat mengenai anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan, namun belum dapat mengambil ijazah karena masih memiliki tunggakan.

Persoalan tersebut, kata Agung, terjadi pada lulusan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

“Banyak orang tua maupun masyarakat yang menyampaikan kepada saya bahwa ada anak, keponakan, baik yang sudah tamat SD, SMP maupun SMA, tetapi tidak bisa mengambil ijazah karena masih ada tunggakan,” kata Agung.

Karena itu, Pemko Pekanbaru membuka kesempatan bagi masyarakat yang menghadapi persoalan tersebut untuk melaporkannya melalui kantor kecamatan.

Agung menjelaskan, masyarakat yang memiliki ijazah anak yang masih tertahan karena tunggakan dapat mendatangi kantor camat di wilayah masing-masing.

Pemerintah kemudian akan melakukan pendataan dan penanganan terhadap persoalan tersebut.

“Seluruh masyarakat Kota Pekanbaru yang ijazah anaknya masih ada tunggakan di sekolah sehingga tidak bisa mengambil ijazah, silakan datang ke kantor camat.

Ada 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Silakan laporkan kepada camat dan akan kami data,” jelasnya.

Agung menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan, khusus bagi masyarakat yang berdomisili di Kota Pekanbaru.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru untuk mewujudkan zero anak putus sekolah, sehingga persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Nurhayati Ajak Masyarakat Dukung Program Pemerintah

Nurhayati menilai keberhasilan program pemerintah tidak dapat dilepaskan dari dukungan masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat Kota Pekanbaru untuk ikut berkontribusi, salah satunya dengan memenuhi kewajiban membayar pajak.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

“Kalau masyarakat taat membayar pajak, tentu program-program pemerintah bisa berjalan dengan baik. Ini dari kita, untuk kita. Keberhasilan program pemerintah tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat Kota Pekanbaru,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program pembangunan yang dilakukan Pemko Pekanbaru, baik di bidang infrastruktur, pendidikan maupun kesehatan.

Nurhayati melihat kepemimpinan Agung Nugroho memiliki perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dan berupaya menghadirkan program yang menyentuh langsung persoalan warga.

“Ini bukan hanya cerita, tetapi ada bukti nyata yang dirasakan masyarakat. Infrastruktur terus dibenahi, sementara bidang pendidikan dan kesehatan juga mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia berharap program zero anak putus sekolah tersebut benar-benar dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, jangan sampai seorang anak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan ekonomi keluarga.

“Harapan kita, tidak ada lagi anak-anak Pekanbaru yang putus sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu. Program seperti ini harus terus didukung dan dikawal bersama,” tutup Nurhayati.

Dengan adanya program tersebut, Pemko Pekanbaru diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan ijazah yang tertunggak, tetapi juga memastikan anak-anak yang sebelumnya terkendala dapat kembali melanjutkan pendidikan dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.

Sumber : Humas Srikandi DPC GRIB Jaya Pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *