Lapor Pak Kapolri ” SPBU No.14.285.6118 Yang di Kelola Guntur di Desa Rambah Samo Barat Bebas Aktifitas Pelangsir BBM Bersubsidi, Pihak Polres Rokan Hulu dan Polda Riau Diam Seribu Bahasa

Uncategorized21 Dilihat

Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Terus berjalan

Pasirpangarayan – Anugrahpost.com – Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor. 14.285.6118 Desa Rambah Samo Barat Kabupaten Rokan Hulu setiak hari warga sulit mendapatkan BBM Bersubsidi diakibatkan banyaknya mobil pelangsir yang mengisi sistem Polak balik di tambah lagi mobil mobil Turun yang roda 8.dan roda 10 yang anti di SPBU sehingga masyarakat pun sangat sulit untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Solar dan Patalite

Berdasarkan pantauan Awak media ini sejak 1 Mei 2026 pelangsiran BBM bersubsidi sampai 6 Agustus 2026 ini semakin marak di SPBU no. 14.285.6118 yang di kelola Guntur di Desa Rambah Samo Barat, tidak ada berhenti sehingga sering Habis BBM di SPBU tersebut, setiap BBM masuk langsung diserbu oleh pelangsir

Informasi yang didapat awak media dari warga setempat yang tidak mau di sebut identitasnya menyampaikan di sini Waga ataupun Lalu lintas lain sulit mendapat Bahan Bakar Minyak, karena BBM itu dikhususkan kepada pelangsir terlebih dahulu, bukan untuk kepentingan masyarakat umum, sebutnya.

Sumber lain juga ungkapkan kepada wartawan media ini bahwa di SPBU No.14.285.6118 Desa Rambah Samo Barat yang paling bebas pelangsir BBM bersubsidi baik itu Jenis Solar dan juga Partalite, seolah olah pihak APH di Kabupaten Rokan Hulu sudah di amankan pihak pemilik SPBU, sebut sumber.sambil mengakhiri perbicangannya

Salah Kata pihak oknum pelangsir saat di tanya wartawan beberapa Minggu lalu apakah tidak ada larangan dari pihak penegak hukum ( Pihak Kepolisian) Polres Rohul atau Kapolsek, tidak pada intinya manager SPBU nya memberi izin kita aman, tandasnya.

Disinggung soal Barcode, sebutnya kadang ada yang 5 Barcode dalam satu pelangsir, maka supir pelangsir bisa isi 200.000,- Lima Ratus Ribu Rupiah satu barcode dan sistim kami isi 1 barcode, kita keluar, mutar di belakang yang belum ngisi, tuturnya

Publik mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional wilayah Provinsi Riau agar segera turun ke Kabupaten Rokan Hulu SPBU No.14.285.6118, yang krap BBM di SPBU selalu habis di akibatkan maraknya Pelangsir sehingga masyarakat atau kepentingan Mafia BBM yang berkeliaran di Rokan hulu.

Awak media ini beberapa kali mau melakukan Konfirmasi Kepada Pihak SPBU, bapak Guntur guna melengkapi pemberitaan ini, namun tidak berhasil karena pihak SPBU memberikan berbagai alasan.kepada wartawan.

Diminta kepada Kapolri dan Dirut Pertamina agar melakukan penertiban kepada Stasiun Pengisian bahan bakar Umum, yang memberikan izin pengisian pelangsiran kepada penampung ilegal dan pengisian kepada Truk Tronton yang seharusnya tidak boleh melakukan pengisian BBM bersubsidi, karena masyarakat menduga Polda Riau tidak sanggup lagi melakukan penertiban..
(Ys AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *