Pekanbaru –Anugrahpost.com – Ernawati Marinda Sagala, S.H., M.H., Terpilih Secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Riau periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Aula Hotel Ameera, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026). Di bawah kepemimpinan baru, PBB Riau diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kegiatan sosial, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Musda tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB, Dr. Siagian, S.H., M.H.; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP., M.Si.; perwakilan Polda Riau dan Kodam Tuanku Tambusai, serta sembilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.
Wakil Ketua Umum DPP PBB, Dr. Siagian, menegaskan bahwa Musda bukan sekadar forum pemilihan ketua, melainkan momentum mengevaluasi perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir sekaligus merumuskan program kerja yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat koordinasi antarcabang, menjaga kekompakan kader, serta memastikan keberadaan organisasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari besarnya struktur kepengurusan atau banyaknya kegiatan seremonial, tetapi dari konsistensi pengabdian dan kontribusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta merawat keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia berharap PBB Riau terus membangun sinergi dengan pemerintah dan menghadirkan kegiatan positif yang mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.
Usai terpilih, Ernawati Marinda Sagala menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh keluarga besar PBB, khususnya sembilan DPC yang berpartisipasi dalam Musda.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan periode 2026–2031 merupakan amanah bersama yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, ketulusan, dan kerja nyata.
“Kepercayaan ini bukan kemenangan pribadi, melainkan amanah untuk membesarkan organisasi bersama-sama. Saya ingin PBB Riau semakin solid, menjaga persaudaraan, dan meningkatkan kegiatan sosial yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Ernawati.
Ia menyampaikan, salah satu fokus kepengurusan mendatang adalah meningkatkan kegiatan sosial, menggelar penyuluhan, serta mendorong kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, PBB Riau akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah, menjajaki kolaborasi dengan BPJS, serta meningkatkan koordinasi dan hubungan kerja antar pengurus DPC di kabupaten dan kota se-Provinsi Riau
Menurut Ernawati, langkah tersebut penting untuk memperkuat persatuan internal sekaligus membangun organisasi yang lebih tertib, produktif, dan terbuka terhadap kerja sama lintas sektor.
“Menjaga nama baik organisasi adalah tanggung jawab seluruh kader. PBB tidak cukup dibesarkan dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan, program yang jelas, dan pengabdian nyata. Setiap kegiatan harus membawa nilai persatuan, mempererat persaudaraan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ernawati juga menegaskan bahwa tidak boleh ada sekat yang menghambat kebersamaan setelah Musda berakhir. Seluruh kader diharapkan kembali bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Tidak ada lagi perbedaan setelah musyawarah. Kita adalah satu keluarga besar. Mari menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, dan bekerja bersama demi kemajuan PBB di Provinsi Riau,” tambahnya.
Terpilihnya Ernawati Marinda Sagala membuka babak baru perjalanan DPD PBB Provinsi Riau. Tantangan kepengurusan periode 2026–2031 tidak hanya terletak pada penguatan struktur organisasi, tetapi juga pada kemampuan menerjemahkan visi dan komitmen menjadi program kerja yang berkelanjutan.
Penguatan kegiatan sosial, penyuluhan, donor darah, kerja sama dengan pemerintah dan BPJS, serta koordinasi antarcabang menjadi sejumlah agenda yang disampaikan Ernawati untuk mendorong organisasi semakin dekat dengan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh proses pemilihan atau jabatan yang diemban, tetapi juga oleh integritas, soliditas kader, dan konsistensi dalam menjalankan amanah.
PBB Riau diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai organisasi yang kuat secara struktural, tetapi juga hadir sebagai kekuatan sosial yang menjunjung persaudaraan, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.( Sarnasty/01)












