Nguri-Nguri Budoyo, Desa Sumberejo Hidupkan Tradisi Bersih Desa di Tiga Dusun

Uncategorized130 Dilihat

Madiun–Anugrahpost.com– Pemerintah Desa Sumberejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, terus menjaga tradisi dan budaya lokal melalui kegiatan Nguri-Nguri Budoyo yang dirangkai dengan tradisi bersih desa.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam merawat warisan budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga di tiga dusun, yakni Dusun Ngampel, Dusun Bendungan dan Dusun Made.

Kepala Desa Sumberejo, Maridi, mengatakan tradisi bersih desa bukan sekadar kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menjaga budaya sekaligus memperkuat rasa syukur dan kebersamaan masyarakat.

“Nguri-nguri budaya dan bersih desa ini menjadi momentum bagi kita untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan seluruh masyarakat Desa Sumberejo,” ujar Maridi, Senin (31/08/2026).

Menurutnya, keberadaan tradisi lokal memiliki nilai penting bagi generasi muda. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat perlu memastikan budaya dan tradisi tidak kehilangan tempat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi juga ikut terlibat dan memahami nilai-nilai yang ada di dalamnya. Budaya adalah bagian dari identitas desa yang harus terus kita jaga bersama,” katanya.

Pelaksanaan bersih desa yang melibatkan tiga dusun tersebut sekaligus menjadi gambaran semangat gotong royong masyarakat Sumberejo.

Dusun Ngampel, Dusun Bendungan dan Dusun Made bergerak dalam satu semangat: menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan dan merawat identitas desa.

Maridi berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda yang mampu mempertemukan seluruh lapisan masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan semakin memperkuat kekompakan masyarakat. Mari kita rawat budaya, jaga kerukunan dan terus membangun Desa Sumberejo dengan semangat gotong royong,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Sumberejo, nguri-nguri budoyo bukan sekadar mengenang masa lalu. Ia adalah cara untuk menjaga jati diri agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Rina Madiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *