Tualang, Siak – Anugrahpost.com Klarifikasi yang disampaikan salah satu media online terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perawang Barat 6, Yayasan Sehati Sehat Bersama, dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.
Hasil penelusuran awak media Anugrah Post justru menemukan keterangan berbeda saat melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala SPPG Perawang Barat 6, Andi Arief Dalimunthe, S.Kom, di ruang kerjanya lantai 2 dapur SPPG Perawang Barat 6.
Saat dimintai keterangan, Andi Arief Dalimunthe, S.Kom membenarkan bahwa murid SMP Negeri 10 Tualang mengalami keracunan akibat susu dalam paket MBG yang disalurkan dari dapur SPPG Perawang Barat 6.
“Benar pak, murid SMPN 10 Tualang keracunan karena susu. Tapi kami sudah datang ke rumah murid untuk menjenguk dan minta maaf atas kejadian ini. Dan kami akan benahi lagi agar tidak terulang lagi pak,” ujar Andi Arief Dalimunthe, S.Kom kepada Anugrah Post.
Diduga Supplier Susu Orang Terdekat Kepala SPPG
Perlu ditelusuri dari mana asal supplier susu tersebut dan apakah pengadaannya sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi) Nasional (BGN).
Diduga supplier susu tersebut merupakan orang terdekat dari Kepala SPPG Perawang Barat 6. Jika benar, maka hal tersebut merupakan penyalah gunaan jabatan.
Sebagaimana diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tegas melarang orang terdekat atau keluarga dari Kepala SPPG menjadi supplier bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keterangan Klarifikasi “Andi Dalimunthe ” Soal Tempe Berbau Tidak Sesuai Fakta
Melalui klarifikasi di media online lain, pihak SPPG menyebutkan tempe yang dikeluhkan hanya terasa pahit, bukan berbau, dan sudah diganti dengan yang baru.
Namun pernyataan tersebut bertolak belakang dengan keterangan Kepala SMPN 10 Tualang, Candra Harahap, S.Pd.M.Pd dan VIC sekolah, Ibu Putri yang menyampaikan kepada Anugrah Post bahwa tempe tersebut berbau dan tidak layak konsumsi, serta tidak diganti dengan yang baru.
Ibu Putri selaku VIC dengan tegas meminta pihak dapur Perawang Barat 6 untuk membenahi kinerja relawan dan memperbaiki kualitas menu MBG. Ia mengaku kini para guru harus mencicipi lebih dulu sebelum diberikan kepada murid.
“Makanya sekarang, kalau Makan Bergizi Gratis (MBG) datang, kami para guru terlebih dahulu yang makan pak. Karena kami tidak mau murid mengalami kejadian seperti di bulan-bulan yang lewat yang mengakibatkan keracunan,” ujar Putri.
Sudah Dilaporkan ke Korwil BGN Kabupaten Siak.
Atas kekurangan dan ketidakprofesionalan dapur SPPG Perawang Barat 6 Yayasan Sehati Sehat Bersama tersebut, awak media Anugrah Post telah menyampaikan langsung kepada Korwil BGN Kabupaten Siak, Ibu Lisa ,dan kepada Bapak Widya selaku KPPG Provinsi Riau.
Kasus ini harus ditindaklanjuti oleh pihak berwenang terkait dapur, mitra, dan Kepala SPPG. Jangan sampai ada pembiaran, demi menjaga kesehatan, keselamatan, dan masa depan anak bangsa. Perlu juga dilakukan crosscheck untuk mencegah praktik fiktif di dalam lingkaran Mitra, SPPG, dan supplier.
Kerugian negara melalui program MBG sangat rentan dan besar. Diperlukan kontrol ekstra ketat untuk mencegah kerugian negara oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi melalui program MBG.
Pemerintah Pusat dan BGN Pusat perlu melakukan pengecekan secara intelijen terhadap para Mitra, SPPG, dan harga riil dari supplier.
Kerja sama dalam pengelolaan dapur MBG sangat rentan disalahgunakan untuk memperkaya diri sendiri yang dapat merugikan negara dan masyarakat, karena anggaran MBG berasal dari pajak rakyat.
Penulis: Lisbon Simarmata












