Kebijakan APN Memutus KSO Perkebunan Terkait Kebun Tak Terurus dan Target Produksi Disambut Baik Warganet

Uncategorized32 Dilihat
Jakarta, Anugrahpost.com. PT. Agrinas Palma Nusantara (APN) putus KSO (Kerja Sama Operasional) perkebunan dan mengalihkan pola pengelolaan ke vendorisasi, kemitraan koperasi masyarakat, serta pengelolaan lahan sementara.

Perubahan itu disebut sebagian bagian dari pembenahan tata kelola sekaligus upaya memastikan asset Negara tetap terjaga dan produktif. Kebijakan APN menuju tata kelola kebun sawit yang lebih baik disambut baik warganet.

Direktur Operasional PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) Tuhu Bangun Kepada Wartawan menjelaskan kebijakan APN baru baru ini di Jakarta.Ia mengatakan penghentian sementara Kerja Sama Operasional dilakukan setelah perusahaan mengevaluasi sejumlah persoalan dalam pola kerja sama sebelumnya. “Pola kita memutus KSO karena tidak ada target produksi” ujar Tuhu

“Tanaman kelapa sawit hancur karena hanya diperkosa pokok sawitnya, sedangkan areal tidak dibabat atau dibersihkan” KSO DIberhentikan Pola Pengelolaan Diubah tegas Tuhu.

Menurut Tuhu Agrinas kini menyiapkan tiga pola pengelolaan sebagai pengganti KSO Pertama, vendorisasi pekerjaan perkebunan, mulai dari tunas, panen pembersihan gawangan hingga pengangkutan Tandan Buah Sawit (TBS) Kedua, perusahaan membuka ruang kemitraan dengan koperasi masyarakat yang telah ada Pola tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas perkebunan. Ketiga Agrinas menggunakan pola pengelolaan lahan sementara. Mekanisme ini diterapkan untuk menjaga asset selama proses penataan dan memastikan areal perkebunan tetap terurus.

Tuhu mengatakan pengelolaan sementara diperlukan untuk mencegah tanaman maupun TBS dicuri dan dijarah. Ia juga menilai perubahan pola tersebut mengganggu kepentingan pihak pihak yang selama ini menikmati skema KSO. “Kebijakan pemutusan KSO menjadi vendorisasi dan pengelolaan sementara membuat mafia KSO menggelepar” ungkapnya

Mitra Wajib Kejar Produksi Perubahan paling penting dalam tata kelola baru Agrinas terletak pada kewajiban produksi Setiap mitra tidak hanya menjalankan pekerjaan tetapi juga harus memenuhi target yang ditetapkan perusahaan.

Tuhu Bangun menegaskan pencapaian tersebut wajib dilaporkan kepada Agrinas. Sistem ini memungkinkan perusahaan mengukur kinerja mitra secara lebih terukur sekaligus melakukan evaluasi terhadap hasil pengelolaan kebun “Program ini semuanya ada target Ada kewajibanp roduksi mitra yang wajib dicapai untuk dilaporkan kepada Agrinas” jelasnya.

Dengan mekanis meter sebut, Agrinas ingin memastikan pengelolaan perkebunan tidak berhenti pada aktivitas, operasional tetapi menghasilkan capaian produksi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Agrinas Klaim focus Selamatkan Asset Negara. Tuhu Bangun menegaskan pembenahan tata kelola tidak semata mata berkaitan dengan perubahan pola kerja sama. Menurut dia, Agrinas harus mampu memnerikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kekayaan Negara. “Agrinas hadir bermanfaat untuk rakyat meningkatkan perekonomian kerakyatan yang berkelanjutan. Agrinas hadir mendukung Asta Cita Bapak Presiden RI guna swasembada pangan energy dan air” kata Tuhu lagi.

Ia menyebut penerapan Good Corporate Govermance (GCG) menjadi bagian penting dalam menjaga keberlang sungan Agrinas “Agrinas adalah kekayaan Negara yang harus diselamatkan keberlangsungannya dengan tata kelola GCG secara benar sesuai ketentuan tegas Tuhu lagi.

“Saya memohon kepada seluruh stakeholders kiranya bersama Agrinas melawan kepentingan besar yang menghambat keputusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat” kata Tuhu Bangun mengakhiri penyampaiannya.

Fenomena kerusakan kebun sawit MNI akibat salah urus, KSO yang ditunjuk tidak tidak cakap dalam tata kelola perkebunan sawit, mengakibatkan tidak tercapainya target, pekerja pemanen direkrut dadakan, dan belum berpenga laman contoh missal KSO yang ditunjuk Agrinas lokasi Parit Purba Desa Tanjung Leban Bandar Laksamana Bengkalis KSO atas nama PT. Permata Kencana Utama. “mendapat durian runtuh”, bisa bisanya truk cool diesel muatan TBS

keluar dari lokasi MNI Jl. Parit Purba pada 6 September 2026 tengah malam pukul 23.20 WIb. truk muatan TBS tersebut kepergok warganet keluar dari Jl.Parit Purba menuju Kota Dumai.

Keterangan yang dirangkum awak media ini Jumat (11/09/2026) menyebutkan bahwa TBS tersebut dipanen pekerja KSO dari lokasi MNI pada siang hari, kemudian TBS dimuat ke truk, keluar tengah malam. Peristiwa pengeluaran TBS pada malam hari oleh KSO dikabarkan kerap terjadi, warganet mendesak Agrinas untuk melakukan audit terkait TBS yang dipanen KSO dari lokasi MNI dan Jika ada temuan penyalahgunaan, penyimpangan dalam SPK/KSO. Agrinas yang mendapat amanah untuk menyelamatkan asset Negara diharapkan melaporkannya dugaan penyimpangan ke APH (Aparat Penegak Hukum) Kejaksaan dan Kepolisian untuk ditindak lanjuti.

Sumber juga menyebutkan bahwa selama berlangsungnya aktivitas pemanenan oleh KSO mitranya APN dilokasi MNI sejak Agustus-September selama (dua bulan) produksi TBS dari lokasi MNI disinyalir mendekati angka 1000 ton. TBS keluar dengan menggunakan dum truk dan cool diesel dilakukan pada siang dan malam hari tujuan salah satu PKS di Simpang Gelombang Kandis sebut sumber (**/sp)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *