Kaum suku Bendang Kabupaten Solok Kompak Menolak Penghinaan dan Fitnah Terhadap DR (HC) Jon Firman Pandu SH dan Mengungkit Tanah Ulayat Milik Suku Bendang

Uncategorized146 Dilihat

 

Alahan Panjang, – Anugrahpost  com Segenap kaum suku Bendang Kabupaten Solok sepakat menolak penghinaan dan fitnah terhadap DR HC Jon Firman Pandu SH yang juga sebagai Bupati Solok, dan menolak rencana pengambil Alihan Tanah Ulayat milik suku Bendang oleh seorang oknum warga Nagari Alahan Panjang.

Hal tersebut terungkap di saat pertemuan suku Bendang se Kabupaten Solok Sabtu (04/7-2026) yang baru lalu bertempat di Rumah Makan Putra Danau Alahan Panjang.

Menurut keterangan dari Ketua Ikatan Keluarga Bendang (IKB) sebagai ketua pelaksana Asrizal Nurdin Danau Pandeka MD  pertemuan tersebut diadakan adalah akibat risih dan kurang senangnya pihak suku Bendang Kabupaten Solok karena ada beberapa kali penghinaan dan fitnah terhadap Bupati Solok yang juga dari suku Bendang melalui beberapa Media Tiktok Vt.Tiktok com di tulis oleh oknum MH disadur ulang oleh Patroli 86.

“Di tiktok tersebut secara terang benderang menyerang kehormatan penghinaan dan fitnah terhadap anak Kamanakan kami DR HC Jon Firman Pandu yang juga beliau juga dari suku Bendang,

Coba bayangkan seorang Bupati dengan cara kurang beretika langsung, bicarakan Jon Firman Pandu itu tidak bermoral, Punya mata tapi tidak melihat, punya telinga tapi tidak mendengar, punya hati tidak merasa, beberapa Miliyar dana yang diluncurkan dari pusat tidak jelas ujung pangkalnya, dia asyik ke Jakarta pulang balik, yang lebih menyakitkan lagi oknum tersebut mengatakan Jon Pandu sama dengan Anjing, babi, ini yang membuat kami dari suku Bendang se kabupaten Solok merasa kurang nyaman dan tidak menerima anak kemenakan kami di hina dan difitnah, “Ujar Asril Nurdin Danau Pandeka MD.

Lebih jauh Asril Nurdin Danau Pandeka MD yang juga Wakil Ketua IKB Riau, Tokoh masyarakat kabupaten Solok di Pekanbaru.

“Sebagai sesama suku Bendang tentu kami tidak ingin anak kemenakan kami di serang oleh oknum tersebut, kami juga akan menuntut balik secara hukum, jika yang bersangkutan masih menyerang Pribadi Jon Firman Pandu maupun sebagai Pejabat negara,
Kita akan mencari lawan, tapi kalau masih ada juga yang menohok, memfitnah tentu akan kita hadapi secara jentelmen,Juga masalah tanah milik suku Bendang yang mereka gugat, itu adalah hak suku Bendang SE utuhnya ada bukti suratnya, dan kami sudah menemui staf Presiden beberapa waktu yang lalu, staf Presiden berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut, Ujar Asril Nurdin Danau Pandeka MD.

 

Sementara itu Nursal Katik Sutan yang tempat usaha dan tanah Ulayat miliknya yang di gugat oleh oknum MH tersebut menyatakan gugatan itu tidak berdasar dan salah alamat,

“Mereka mempertanyakan tanah Ulayat kami masuk wilayah persukuan Melayu, padahal semenjak nenek moyang kami jelas dan terang benderang tanah tersebut syah milik kami dari suku Bendang ada bukti berupa surat menyurat, tapi mereka bersikukuh tanah yang kami tempati milik suku lain, tentu kami sebagai pemilik tidak akan menerima begitu saja, kalau mereka masih mengungkit-ungkit masalah ini, tentu kami juga tidak akan berdiam diri, kami akan tuntut mereka baik secara hukum pidana maupun perdata.

Bayangkan sudah jelas tanah milik Syah suku Bendang karena kami mulai buka usaha di atas tanah tersebut mereka langsung mempertanyakan, dulu sewaktu masih semak belukar, kayu besar, setelah kami rawat milik kami, baru mereka mengatakan tanah tersebut warisan suku mereka, apakah ini etis, apakah bisa secara preman merampas milik orang lain, kami tidak akan tinggal diam,” Ujar Mak Nursal Katik Sutan.

Terlihat beberapa mamak suku Bendang dari beberapa nagari Nagari Aie Dingin, Surian, Cupak, Talang, Limau Lunggo, Alahan Panjang, Muaropaneh,

Juga hadir SR.Malin Sampono dari Nagari Muaropingai Junjung Sirih serta nagari lain juga kurang senang Anak kemenakan mereka Jon Firman Pandu dihujat, di fitnah, di caci juga masalah tanah milik suku Bendang ada yang menggugat, secara serentak mereka menyatakan tidak senang dan menolak setiap diskriminasi terhadap suku Bendang dan anak kemenakan kami.
Pertemuan berikutnya akan berlanjut nanti bersama Bupati Solok.
(Poelramli Anugrahpos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *