Terlapor Dugaan Asusila Penggerebekan Satpol PP Kotawaringin Barat Saat Test Visumnya Tidak Didampingi Polwan

Uncategorized207 Dilihat

Kotawaringin Barat -AnugrahPost.com – Hani terlapor suaminya dugaan asusila pada penggerebekan Satpol PP Kotawaringin Barat di pemukiman BTN Arut Resident lok 03 saat dijumpai awak media di kantor pengacara RS & ASSOCIATES, kepada awak media, Hani mengakui tidak ada melakukan perbuatan asusila saat penggerebekan seperti yang dilaporkan suaminya.

Diakui Hani juga ke awak media bahwa suaminya sudah 6 bulan ini tidak pernah pulang ke rumah.

Melalui tayangan pemberitaan ini perlu saya sampaikan kenapa setelah 3 hari penggerebekan Satpol PP (10/7) dengan laporan asusila/zinah baru di jalani test visumnya hari Selasa ini (14/7),” ungkap Hani

Sampai saat ini saya belum pernah menerima panggilan surat resmi dari petugas yang dimana penanganan ini dalam tahapan status apa sampai perlu adanya test visum et repertum.
Saat test visum saya tidak ada melihat adanya petugas Polisi Wanita (Polwan) yang turut mendampingi.

Sampai saat ini saya belum menerima hasil test visumnya” terang Hani dengan penuh selidik.


Hani mempertanyakan apakah perkataan * Ery oknum dokter forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun di benarkan melontarkan kalimat yang seolah – olah menghakimi saya untuk mengakui bahwa telah melakukan perbuatan asusila ? ….. ini disampaikannya saat test visum di ruangan pemeriksaan,” ungkap Hani yang ingin tau kebenarannya.

Pemberitaan awak media sebelumnya disebutkan, JJ ibu muda yang notabene oknum ASN kabupaten Lamandau meminta kepada Ketua RT. 28 Budi Rahardjo untuk mendampingi menggerebek suaminya disalah satu rumah di lingkungan BTN Arut Resident yang berduaan dengan seorang wanita untuk di permalukan yang diketahui suaminya ini seorang pengacara muda.
Di pemberitaan juga disampaikan bahwa di saat penggerebekan terdengar bu Serly adanya komunikasi JJ oknum ASN Lamandau ini via telpon seluler yang diduga berkomunikasi dengan seorang oknum pengacara yang bertepatan disaat penggerebekan ada mobil parkir yang bukan milik warga setempat didalamnya diduga ada oknum pengacara seperti memantau perkembangan operasi penggerebekan di blok 03 lingkungan BTN Arut Resident saat itu.(Miswan/bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *